Musim Pandemi Tetap Gila Togel, Warga Kelurahan Kawangkoan Bawah Ditangkap

Musim Pandemi Tetap Gila Togel, Warga Kelurahan Kawangkoan Bawah Ditangkap

Pandemi ternyata tidak membawa dampak berarti dalam dunia judi. Dalam masa pandemi, orang tetap saja melakukan perbuatan perjudian. Demikian yang terjadi di salah satu desa di kelurahan Kawangkoan bawah, kecamatan Amurang, Minahasa, Sulawesi Utara.

Seorang warga bernama Roy (41) tetap saja melakukan praktik judi togel. Hal ini tentu saja membawa keresahan bagi masyarakat sekitar. Karena resah dan dongkol, akhirnya mereka melaporkannya ke kepolisian setempat.

Aparat yang mendengar laporan ini merasa geram dan langsung mengadakan penggerebekan.

Kapolres Minahasa Selatan AKBP Bangun Widi Septo, Rabu (22/7/2020) mengungkapkan kekesalannya. Menurutnya masa pandemi alih-alih ikut membantu mencegah penyebaran Virus Corona, ini kok malah membuat tindakan kriminal yang bisa mengganggu ketertiban masyarakat

Akhirnya setelah mendapat laporan ini, aparat langsung bergerak ke lokasi. Dan benar saja disana mereka menemukan tersangka pelaku berinisial RT alias Roy (41), warga Kelurahan Kawangkoan Bawah, Kecamatan Amurang, Minahasa Selatan, Sulut

Baca juga: Kisah Mantan Pecandu Judi Online

Roy berhasil diamankan di rumahnya, Selasa (21/07/2020), tanpa melakukan perlawanan.

“Semua berkat informasi masyarakat yang  langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan upaya penyelidikan dan penangkapan.” tegas AKP Rio Gumara.

Bersama pelaku, aparat  juga mengamankan barang bukti. Barang bukti itu antara lain kupon togel, beberapa rekapan, seluler, uang tunai diduga taruhan sebanyak Rp2 juta, lembaran kertas syair. Lembaran kertas syair ini berisi ramalan angka yang akan keluar. Di dunia online orang biasanya mengenal syair hk, syair sgp dan beberapa syair lainnya.

AKP Rio di Mapolresta Minahasa Selatan menambahkan: ” Saat ini pelaku berikut barang bukti sudah kami amankan. Selanjutnya akan proses penyelidikan.”

Hal ini kiranya menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa mencari nafkah tidak mesti melalui jalan pintas yang dilarang oleh negara dan agama. Masih  banyak cara positif dan halal lainnya.

Berita serupa telah tayang juga di tabloid elektronik Liputan6.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *