Ragam Geotextile: Geomembrane yang Kedap Air

Ragam Geotextile: Geomembrane yang Kedap Air

Geotextile merupakan jenis material dalam proses pembangunan yang menggunakan serat sintetik dalam proses penyusunannya. Material ini disusun dengan berbagai tujuan. Jenis-jenis geotextile sendiri ada berbagai macam, salah satunya adalah geomembrane.

Apa itu geomembrane dan bagaimana karakteristiknya? Yuk simak ulasan berikut ini.

Mengenal Geomembrane dalam Dunia Geotextile

Dalam dunia teknik sipil, geotextile sudah bukan lagi merupakan material yang asing. Salah satu bahan dari geotextile ini adalah geomembrane. Geomembrane adalah metarial dengan bentuk lembaran plastik berbahan baku HDPE / LLDPE / PVC, dan lainnya.

Lembaran ini diproses dengan menggunakan mesin canggih dan modern sehingga berat jenis dan ketebalannya terjaga. Geomembrane sendiri memiliki karakteristik yang kedap terhadap cairan atau disebut juga permeable. 

Geomembrane merupakan material geotextile yang udah dibentuk, disambung, digabungkan dengan mesin hot wedge maupun extruder. Geomembrane juga mudah dan cepat untuk diperbaiki (repair) jika dibandingkan geotextile yang lain.

Produk geotextile ini memiliki beberapa jenis dan karakter. Secara umum, geomembrane dibagi menjadi empat jenis yang mempunyai fungsi berbeda. Dengan tujuan yang berbeda, tentu saja material di dalamnya juga berbeda. Apa saja?

Jenis Geomembrane

Ada empat jenis dari geomembrane yang paling banyak dipakai. Ketiganya adalah LLDPE, HDPE, FPP, dan EVA. Berikut penjelasanya.

  1. Linear Low Density Polyethylene (LLDPE)

Geomembran jenis ini dibuat dengan proses kopolimerisasi etilena yang disusun dengan tekanan dan suhu yang rendah. Geomembran LLDPE ini cenderung sangat fleksibel dan mudah dibentangkan, namun lapisannya sedikit lebih tipis dari geomembrane jenis lain. Maka jenis ini mudah untuk dibentuk.

Material ini memiliki beberapa variasi ketebalan. Tersedia dalam berapa pilihan ketebalan 0,5 mm ; 0,75 mm ; 1,0 mm ; 1,5 mm ; 2,0 mm, sampai dengan 2,5 mm.

  1. High-Density Polyethylene (HDPE)

Dalam dunia geotextile, geomembrane jenis ini merupakan geomembrane yang biasa digunakan untuk alas tambak. HDPE sendiri memungkinkan geomembrane sangat tahan terhadap korosi dan dapat diaplikasikan pada jenis air apapun, termasuk limbah pabrik. Untuk kualitas yang baik, geomembrane HDPE bisa bertahan hingga 10 tahun.

Geomembrane yang berbahan baku HDPE (High Density Polyethylene) ini tersedia dalam berbagai pilihan. Pilihan ketebalannya antara lain 0,5 mm ; 0,75 mm ; 1,0 mm ; 1,5 mm ; 2,0 mm, sampai dengan 2,5 mm.

  1. Fleksibel Polipropilena (FPP)

Geomembran FPP ini memiliki harga dan kualitas yang lebih baik dari jenis geotextile geomembrane HDPE. Namun geomembrane jenis ini tentunya tidak cocok digunakan pada tambak. Bahan pembuatan dari material ini adalah resin yang dipolimerisasi dengan karet etilen propilena dan polipropilena

Dengan bahan penyusunnya yang lebih kuat, maka penggunaan geomembrane FPP biasanya pada industri yang lebih besar, seperti pabrik dan sebagainya.

  1. Ethyl Vinyl Acetate (EVA)

Geomembrane EVA dalam dunia geotextile memiliki kualitas yang tiga kali lebih baik. Bahan ini juga lebih fleksibel dari geomembrane LLDPE. Kelebihannya adalah dapat menahan suhu, baik tinggi maupun rendah serta radiasi sinar ultraviolet. Pembuatan geomembran EVA menggunakan bahan kopolimer etilen dan vinil asetat yang membuatnya sedikit bau menyengat.

Baca juga: Cara Berbelanja Melalui PayPal

Kegunaan Geomembrane

Geotextile dalam dunia pembangunan dan material memanglah memiliki fungsi yang beragam. Hal ini juga berlaku pada geomembrane yang memiliki berbagai kegunaan. Apa saja kegunaan material jenis geomembrane ini?

  1. Geomembrane bisa berfungsi sebagai lapisan kedap untuk memisahkan material padat maupun cairan yang berupa limbah maupun bukan limbah. Oleh karena itu, sifatnya yang kedap membuat tanah dasar di bawahnya tetap terjaga, tidak tercemari.
  2. Geomembrane memiliki kegunaan sebagai separator dan juga lapis kedap sehingga timbunan tanah bagus atau timbunan perkerasan di atasnya menjadi terjaga. Selain itu, tidak terganggu dari air maupun tanah lunak yang mendesak ke atas.
  3. Pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dan limbah, geomembrane sebagai lapis kedap menjaga tanah tetap asli tidak tercemar.
  4. Pada kolam dan tambak, pemasangan geotextile jenis geomembrane lebih cepat bila dibandingkan pemasangan beton maupun batu kali. Sebagai lapis kedap geomembrane juga mencegah pencemaran, baik dari air kolam terhadap tanah maupun sebaliknya.
  5. Pada lapangan golf, geomembrane dapat diaplikasikan pada kolam atau danau buatan, sifat geomembrane yang kedap membuat air tidak terbuang infiltrasi atau mudah rembes ke tanah.
  6. Pada stock pile batu bara dan bahan tambang lainnya.

Keuntungan Menggunakan Geomembrane

Keuntungan dalam penggunaan geotextile jenis geomembrane tentunya sangat banyak Salah satunya adalah tingkat impermeabilitas yang sangat tinggi dan juga quality kontrol yang homogen. Selain itu, bahan ini memiliki ketahanan terhadap ultraviolet dan bahan-bahan kimia berbahaya.

Keuntungan lainnya adalah sangat efektif dan harga yang ekonomis. Pelaksanaan konstruksi yang sangat cepat dan mudah. Lalu struktur yang fleksibel sehingga dapat mengurangi terjadinya differential settlement.

Keuntungan dalam menggunakan geomembran ini adalah mempunyai elongasi yang besar. Dan yang paling utama adalah pemasangan dapat dibentuk sesuai bentuk kolam. Bermanfaat sekali ya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *